Lebih Baik Beras Atau Gandum? Cari Tahu Dengan Mengetahui Perbedaan Beras Dengan Gandum Berikut

Lebih Baik Beras Atau Gandum? Cari Tahu Dengan Mengetahui Perbedaan Beras Dengan Gandum Berikut

Entah beras atau gandum tentu memiliki khasiat bagi tubuh seseorang yang mengonsumsinya. Akan tetapi, terkadang masih saja bermunculan berkaitan dengan pertanyaan tentang lebih baik beras atau gandum. Memang benar adanya bahwa gandum dan beras mungkin memiliki sifat dan aplikasi yang sangat berbeda. Dan mungkin perbedaan tersebut yang membuat orang bingung dengan kebaikan yang lebih unggul dari beras atau gandum itu sendiri. Namun, sudahkah Anda tahu apa saja perbedaan antara gandum dengan beras? Perbedaan-perbedaan tersebut dapat Anda simak pada pembahasan di bawah ini.

Perbedaan Beras Dengan Gandum

1. Dilihat Dari Segi Klarifikasi

Anda perlu tahu bahwa varietas beras dikategorikan sebagai beras panjang, sedang, dan pendek. Sedangkan untuk biji-bijian beras panjang panjang mengandung amilosa tinggi dan cenderung tetap utuh setelah dimasak. Sedangkan untuk nasi yang sedang mengandung amilopektin tinggi dan menjadi lebih lengket serta banyak digunakan untuk persiapan hidangan manis.

Gandum sendiri diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok di mana salah satunya adalah gandum keras yang kaya akan gluten dan digunakan untuk membuat roti, roti gulung, dan tepung serbaguna. Sedangkan selanjutnya terdapat gandum lunak yang digunakan untuk membuat roti pipih, kue, kue kering, kerupuk, muffin, dan biskuit.

2. Dilihat Dari Luas Budidaya

Sudahkah Anda tahu bahwa beras dibudidayakan di lebih dari 162,3 juta hektar. Nah, beras, gandum, dan jagung ini merupakan 89% dari seluruh produksi biji-bijian di dunia lho. Sedangkan untuk gandum sendiri dibudidayakan di lebih dari 218.000.000 hektar lebih besar dari untuk tanaman lainnya.

3. Dilihat Dari Segi Warna Butir

Jika dilihat dari segi warna butir maka beras terdiri dari beras merah, putih, hitam, atau merah adalah varietas yang paling banyak tersedia. Sedangkan untuk gandum sendiri terdiri dati varietas biji-bijian warna merah, putih atau kuning sebagai varietas gandum yang paling umum tersedia. Akan tetapi banyak pula varietas gandum berwarna coklat kemerahan karena adanya senyawa fenolik di lapisan dedak. Nah, perlu Anda ketahui bahwa warna kekuningan dari gandum durum dan tepung semolina terutama disebabkan oleh pigmen karotenoid yang dikenal sebagai lutein.

NutrisiHarian adalah website yang memberikan informasi dalam format artikel yang terfokus pada nutrisi, kesehatan, dan berkaitan dengan pola hidup sehat.

4. Dilihat Dari Segi Konten Energi

Dari Segi konten energi, beras mengandung lebih banyak energi dibandingkan dengan gandum dan menganggap sumber makanan energi terbesar di dunia serta cocok untuk orang yang diet bebas gluten dengan kandungan pati beras sekitar 80% lebih rendah dari gandum. Beras juga Beras kekurangan protein gluten dan tidak dapat digunakan untuk menghasilkan barang roti. Berbeda dengan beras, ternyata gandum mengandung lebih sedikit energi dibandingkan dengan nasi dan tidak cocok untuk orang yang diet bebas gluten serta kandungan pati gandum sekitar 70% lebih rendah dari beras. Dan gandum ini mengandung protein gluten, gluten yang kuat, serta elastis dalam gandum memungkinkan adonan roti untuk menangkap karbon dioksida selama ragi. Oleh sebab itu, tepung gandum adalah bahan utama dalam produk roti yang umumnya dilakukan oleh orang-orang.

5. Dilihat Dari Segi Konten Protein & Selenium

Jika dilihat dari kandungan protein, maka beras mengandung lebih sedikit kandungan protein atau setara dengan angka 5-10% saja jika dibandingkan dengan gandum. Beras juga merupakan bahan makanan yang tergolong kurang dalam mineral esensial selenium. Sedangkan gandum mengandung lebih banyak kandungan protein yakni mencapai 10-15% dibandingkan dengan nasi serta gandum kaya akan selenium dibandingkan dengan beras.

6. Dilihat Dari Segi Penggunaan

Tentu dari segi penggunaan sudah tidak asing lagi bagi Anda baik beras maupun gandum. Beras terutama digunakan untuk memasak langsung, persiapan bubur, nasi instan, mie dan produksi beras pratanak seperti halnya yang dilakukan oleh banyak orang hingga saat ini. Nah, penggunaan tepung beras dan pati sering digunakan pula dalam adonan dan berkembang biak untuk meningkatkan kerenyahan. Lantas, bagaimana dengan gandum? Gandum digunakan untuk konsumsi manusia, pemrosesan produk makanan seperti roti, biskuit, kue, kue, sereal sarapan, pasta, mie, couscous, jenis mentah dapat ditumbuk menjadi semolina atau berkecambah dan dikeringkan untuk membuat gandum, serta untuk fermentasi untuk membuat bir, minuman beralkohol lainnya, dan produksi biogas dan biofuel.

Nah, baik nasi dan gandum adalah makanan pokok dunia yang lebih disukai banyak orang. Oleh sebab itu, keduanya juga penting untuk digunakan sesuai tujuan hendak kita yang hendak membuat apa dengan memanfaatkan masing-masing fungsi dari beras maupun gandum. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya…

Seputar Kesehatan | NutrisiHarian – Informasi seputar nutrisi dan kesehatan untuk anda